6 Kunci Efektif Untuk Keberhasilan Proyek Konstruksi

6 Effective Keys for a Successful Construction Project
6 Effective Keys to a Successful Construction Project

Proyek konstruksi yang sukses merupakan tujuan yang dimiliki oleh setiap manajer proyek, tetapi jalan untuk mencapainya tidaklah mudah. Untuk mencapainya, manajer proyek harus memahami tantangan dan risikonya. Proyek yang sukses dapat berupa: diukur berdasarkan waktu penyelesaian, biaya, dan sumber daya yang digunakan untuk proyek. Ada banyak cara untuk mencapai tujuan, tetapi berikut adalah 6 kunci efektif untuk membantu Anda mencapai proyek yang sukses:

1. Membuat Perencanaan yang berkelanjutan

Perencanaan harus mulai disusun oleh manajer konstruksi jauh sebelum proyek dimulai, dan secara terus menerus direvisi serta dikembangkan hingga proyek selesai. Hal ini disebabkan oleh banyak hal tak terduga yang bisa terjadi di lokasi konstruksi, dan sangat diperlukan penyesuain ketika hal tersebut terjadi. 

PEER, Memungkinkan tim yang berada di lokasi untuk memantau dan memberi pembaruan informasi secara real-time untuk kemudahan proses perencanaan yang berkelanjutan

2. Membangun Alur Komunikasi yang Efektif

Communication is one of the crucial aspects in a construction project. Building an effective communication flow is not easy. One of the simplest communication flows you can use is a centralized communication flow. By using this method, you can create a platform to gather and send information about any changes on the work site, and give orders, get notified and more.

Dengan menggunakan PEER,, anggota di lokasi akan mendapatkan pemberitahuan jika mereka memiliki beberapa tugas yang harus dilakukan. Mereka juga dapat mengajukan PTW , daftar periksa harian dan banyak lagi yang kemudian data akan dikirim secara real-time ke manajemen untuk segera di proses ke tahap selanjutnya.

3. Selalu Perhatikan K3 dan Terapkan Prosedur Keselamatan Kerja

Berdasarkan data dari BPJS ketenagakerjaan, Jumlah kecelakaan kerja di Indonesia masih sangat tinggi, pada tahun 2019, tercatat 114.235 kecelakaan kerja telah terjadi, sedangkan di tahun 2020, telah tercatat sejumlah 177.000 kecelakaan kerja yang terjadi*. Terjadinya kecelakaan kerja dalam proyek dapat menghambat proyek anda dan dalam beberapa kasus, anggaran akan membengkak untuk membiayai dan memberi kompensasi dalam kecelakaan kerja. Penerapan budaya K3 dan prosedur keselamatan kerja dapat mengurangi resiko resiko kecelakaan kerja.

WSH-Rekan makes your project easier to monitor. There are many keamanan checklists that you can fill, send it immediately and also many permit to work forms that can be filled before the activity begins to ensure that all aspects are safe.

4. Gunakan Sistem Manajemen Konstruksi

Sistem Manajemen konstruksi/manajemen proyek saat ini menjadi hal yang wajib untuk anda miliki. Selain untuk membantu anda memantau proyek anda secara real-time, sistem manajemen konstruksi juga membantu anda menghemat biaya dan waktu dalam pengelolaan.

Ada banyak fitur WSH-Rekan yang bisa anda gunakan untuk membantu pengelolaan proyek anda, mulai dari manajemen proyek yang memungkinkan anda untuk mengelola banyak proyek dalam 1 platform, hingga equipment management yang membantu anda mengelola peralatan yang digunakan.

5. Evaluasi Kembali Alur Kerja

Perencanaan dan alur kerja dibuat demi mencapai target dan agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan anggaran yang sesuai. Meskipun proyek anda telah berjalan sesuai rencana, Evaluasi kembali masih perlu untuk dilakukan. Evaluasi ini memungkinkan anda untuk menemukan cara yang lebih baik untuk mengelola proyek anda dan atau menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah proyek untuk diterapkan kembali di proyek mendatang.

6. Kontrol Keuangan Dengan Baik

Proyek konstruksi, baik skala kecil maupun besar melibatkan banyak biaya, untuk itu anda perlu mengontrol keuangan anda dengan baik. Beralih ke sistem manajemen proyek merupakan salah satu jalan yang bisa anda ambil untuk pengelolaan keuangan yang lebih efisien .

Digitalisasi K3 di Tempat Kerja

Simolify your WSH processes to stay compliant and audit-ready.
Pos terkait
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Bidang yang wajib diisi ditandai *