Kecelakaan yang melibatkan mobile crane termasuk jenis insiden yang paling sering terjadi. Kebanyakan terjadi karena masalah struktur crane pada bagian penahan beban atau crane terjatuh pada saat kondisi tidak stabil. Berikut ini adalah beberapa bahaya yang sering terjadi terkait dengan lifting operation menggunakan mobile crane:

Tujuan dari Lifting Plan adalah untuk memberikan pemahaman bersama di antara tim pengangkatan untuk pekerjaan lifting yang aman. Hal ini membahas beberapa faktor utama yang mempengaruhi pekerjaan lifting yang aman seperti:
Lifting supervisor harus memberi pengarahan kepada anggota tim pengangkatan, yang biasanya terdiri dari operator crane, rigger, dan pemberi sinyal, mengenai lifting plan sebelum memulai operasi pengangkatan.
Lifting supervisor harus segera menghentikan pekerjaan lifting jika tidak sesuai dengan Lifting Plan yang telah disetujui oleh manajer proyek.
Penilaian Risiko atau Risk Assessment (RA) adalah proses mengevaluasi kemungkinan dan konsekuensi cedera atau penyakit yang timbul akibat paparan bahaya yang teridentifikasi, dan menentukan langkah-langkah pengendalian risiko yang tepat. Tiga langkah dasar RA adalah:
Sistem PTW dirancang untuk mengelola dan mengendalikan pekerjaan yang berbahaya, termasuk pekerjaan lifting. Supervisor kontraktor yang mengoordinasikan harus mengajukan permohonan PTW untuk melaksanakan pekerjaan lifting. Permohonan ini harus menjelaskan informasi tentang kondisi dan ruang lingkup pekerjaan. Inspeksi independen di lokasi kemudian dilakukan untuk memverifikasi bahwa tindakan pengendalian yang tepat telah diterapkan untuk mengurangi risiko yang dapat terjadi. Setelah tindakan ini dikonfirmasi, permohonan tersebut disetujui oleh orang yang berwenang, biasanya manajer proyek.
Alur Kerja untuk Permohonan dan Persetujuan PTW:
Berdasarkan Peraturan K3 (Ketentuan Umum), peralatan lifting seperti crane, alat lifting, dan lifting gear harus diperiksa oleh pemeriksa yang berwenang:
Selain itu, pemeriksa yang berwenang harus menginspeksi peralatan lifting:
Lifting supervisor memastikan bahwa setiap operator crane melakukan inspeksi sebelum pekerjaan lifting dimulai, bertujuan untuk memastikan peralatan tersebut sesuai, aman, dan terpasang dengan benar. Pemeriksaan sebelum digunakan harus meliputi:
Lifting gear harus diinspeksi untuk memastikan peralatan tersebut bebas dari cacat atau kerusakan sebelum pekerjaan lifting dimulai.
Jika sebelum penggunaan ditemukan cacat, maka lifting supervisor tidak boleh mengizinkan pekerjaan lifting dilanjutkan, hingga semua cacat diperbaiki. Demikian pula, lifting gear tidak boleh digunakan jika terdapat cacat dan melaporkan pada riggers.